Hikmah dibalik pandemi
Allah menciptakan segala sesuatu bukan tanpa rencana. Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmah dibalik semuanya. Pandemi covid 19 di Indonesia sudah berlangsung sekitar 7 bulan. Tentu sudah banyak yang kita peroleh dari waktu yang sekian lama dan panjang. Apa yang telah kita perbuat?
Well, saya bisa disebut sebagai guru yang tidak melek tehnologi. Saya bisa mengoperasikan laptop dan komputer belajar secara otodidak karena tuntutan pekerjaan. Pun, pekerjaan yang dibebankan kepada saya menuntut saya untuk bisa menyelesaikan dengan cepat dan tepat. Saya tidak mungkin mentyerah tapi saya harus menganggap ini adalah sebuah peluang dan tantangan yang harus saya kalahkan.
Diawal pandemi, kita dituntut untuk stay athome dan mengerjakan semua pekerjaan dari rumah. Pekerjaan harus tetap terjalankan secara maksimal tanpa harus ada sesi tatap muka. Sebagai seorang guru, ini benar-benar merupakan hal yang baru. Betapa sulitnya menyusun sebuah konsep untuk menyampaikan sebuah materi tanpa ada audien yang menjadi sasaran. Tapi, kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini.
Berawal dari keisengan mendaftarkan diri menjadi member eguruid, saya menjadi ketagihan karenanya. Daripada "doing nothing" pikir saya. Jadilah, dimasa awal pandemi, saya menyibukkan diri untuk mengikuti training-training secara online. Mulai dari penyusunan materi pembelajaran, pembuatan video pembelajaran maupun tehnis mengoperasikan beberapa alat elektronik.Mungkin, karena banyak waktu yang tersedia, saya merasa tidak terbebani sedikitpun. Saya justru menikmatinya. Terlepas saya mengerti atau tidak dengan materi yang saya terima. Agak aneh mungkin, tapi prinsip saya, saya hanya ingin mengisi waktu saya.
Tapi syukur alhamdulillah, ada beberapa hal yang bisa saya peroleh. Pertama, seperti tujuan saya semula, saya bisa mengisi waktu luang saya dengan hal yang bermanfaat. Kedua, sertifikat yang saya peroleh, bisa saya pakai untuk mengisi form IPP ASN, SKP dan penyusunan DUPAK. Ketiga, saya bisa menerapkan ilmu yang saya peroleh karena mau tidak mau memang harus saya terapkan mengingat situasi dan kondisi yang terjadi.
Memang, meskipun ada dijenjang yang paling bawah, saya harus bisa memaksimalkan kemampuan yang saya miliki. Peran HMI, organisasi ekstra kampus yang pernah menempa saya sewaktu masih menjadi mahasiswa, banyak memberikan sumbangan pemikiran kepada saya.
Saya tidak boleh berhenti, saya tidak boleh menyerah. Meskipun saya sangat paham, sulit bagi saya untuk berkembang, karena saya tinggal didesa yang tidak ada bargaining position untuk bisa maju. Selama otak masih menempel di kepala saya, selama kesehatan masih berpihak pada saya, selama saya masih mampu berpikir, saya tidak akan pernaha berhenti. Apalagi motivasi dari teman seperjuangan yang sangat mencambuk saya dan pemikiran saya.
Bismillah, semoga, waktu yang ada bisa saya gunakan dengan sebaik-baiknya.
Comments
Post a Comment